Jumat, 17 Desember 2010

Tunjangan fungsional guru honor

memang aneh kalau kita mendengar tunjangan fungsional guru dimana di zaman sebelum reformasi tunjangan fungsional guru tidak ada, hal ini disebabkan gaji guru masih dalam kategori pas-pasan, yang kemudian setelah reformasi mungkin hanya dunia pendidikan yang terpukul keras dan nyaris tidak adalagi masyarakat yang mampu untuk menyekolahkan anaknya bahkan banyak juga guru yang di PHK, untuk merangsang pertumbuhan ekonomi negara kita pemerintah menaikan gaji para aparatnya sayangnya kenaikan gaji ini yang mengalami perekonomian terpuruk adalah para guru swasta dan honor, yang kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memberikan JPS untuk para guru, sayangnya hal initidak disambut baik oleh oknum aparat negara kita tapi malah banyak yang dikorupsi sebagai mana terjadi di Jakarta Selatan. tentunya para guru tidak mengharapkan ini terjadi lagi, hal ini terjadi karna kurangnya pengawasan daripemerintah mengakibatkan bagi oknum nakal di negara kita. bahkan sekarang ini dengan adanya tufung tampaknya akan bernasib sama dengan yang sebelumnya, bahkan sekolahpun mempersulit yang seharusnya diterima oleh para guru, memang dunia pendidikan inegara kita ini sangat menyedihkan

Sabtu, 13 Juni 2009

Partai Guru

Mungkin anda pernah mendengar lagu Umar Bakri yang di dendangkan oleh Iwan Fals tak salah begitulah nasib guru sampai saat ini dan boleh dikatakan belum ada yang memperjuangkannya karna di negara kita belum ada yang mewakili guru di DPR/MPR tentunya berbeda dengan profesi lainnya sebagai contoh para lulusan akabri merupakan calon jendral sehingga banyak sekali jendral di indonesia tentunya dengan penghidupan yang layak pula walaupun dimulai dari akademi (setara DIII) dan profesinya tak ada yang mengganggu gugat, berbeda dengan profesi guru walaupun di awali dengan S1 tapi profesinya di acak-acak oleh para pejabat instansi lainnya bahkan lulusan SMA pun boleh mengajar SMK data ya tinggal dimanipulasi kwalitas ya nomor 1000 sehingga berkesan sebagai ajang menampung uang negara yang mengalir makanya tak heran kalau para lulusan SMK tak punya keahlian apa-apa padahal pemerntah RI memodali dengan biaya yang besar sekali jadi disini kita tidak bisa menyalahkan pemerintah RI tapi ada oknum aparat negara kita yang memanfaatkannya dengan beri laporan fiktif semuanya kan beres sedangkan kejaksaan memeriksa berdasarkan bon semua bisa diatur beginilah nasib bangsa ini sungguh menyedihkan. untuk itu saya berharap Guru Bisa mempunyai sebuah Partai sehingga yang selama ini menjadi orang yang di hinakan atau dibuat miskin atau menderita bisa menjadi orang yang dihormati sehingga guru bisa mengurusi bidang pendidikan professinya tidaklah dirampok bahkan banyak lagi hak-hak guru seperti sekarang sampai ke tingkat menteri pendidikan hendaknya orang pendidikan sekaligus bangsa kita menjadi bangsa yang dihargai oleh bangsa lain

Kamis, 07 Mei 2009

Guru Honor

      Kalau kita tinjau menjadi seorang Guru memang mempunyai penghidupan yang sangat memprihatinkan. Kalau anda seorang guru, penghasilan seorang guru honor di swasta sebelum tahun 2000 boleh dikatakan pas-pasan,tapi setelah tahun 2000 krismon semakin meningkat sehingga daya beli masyarakatpun terhadap pendidikan semakin berkurang bahkan di sebuah sekolah di Jakarta kehilangan separuh dari muridnya dan gurupun kehilangan lebih dari separuh penghasilan, penghasilan yang semula pas-pasan berubah menjadi kekurangan.
        Gaji guru berbeda dengan pejabat gaji  mereka naik secepat kilat , dinegara kita guru dengan latar belakang rata-rata berpendidikan Sarjana tapi yang pertama menderita jika terjadi krismon .  Guru bersinggungan langsung dengan masyarakat sehingga dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan guru sehingga perekonomiannya langsung terpuruk.
       Sementara negara kita belum ada perhatian khusus terhadap Guru , yang saya maksud  adalah dalam pelaksanaannya . Dapat kita contohkan pada masa pemerintahan gusdur yaitu gaji Guru PNS di naikan sementara guru Swasta/Honor  di berikan tunjangan JPS pertiga bulan yang kadang keluar kadang tidak ,pada akhirnya  baru baru ini akhirnya di ketahui bahwa uang JPS Guru di Embat oleh pejabat.
         Pada tahun 2003 keluarlah kebijakan pemerintah tentang guru bantu, begitu juga program ini menjadi proyek aparat terkait yang kan menjadi guru bantu harus setor uang dengan jumlah bervariasi sehingga sampai kekurangan guru bantu di Jakarta selatan dan bukan hanya terjadi di jakarta selatan saja bahkan di bekasi bisa dimintai 7 juta rupiah.
        Pada tahun 2007 di Kota Depok para Guru honor  meminta untuk mengangkat guru honor menjadi PNS yang pada akhirnya Walikota Depok berjanji akan mengangkat Guru honor dengan usia yang tertua terlebih dahulu yaitu usia 46 Tahun, tapi pada prakteknya yang di angkat adalah yang usia 30 tahunan dan kabarnya ini adalah hasil nego dengan aparat terkait dan guru PNS yang diangkat ditempatkan di Sekolah Negri , tapi anehnya guru yang diangkat belum diperlukan disekolah tersebut, lagi-lagi titipan pejabat.
      Kebijakan pemerintah yang lagi ngetrend saat ini adalah Sertifikasi lagi-lagi yang di untungkan guru yang baru mengajar yaitu dibawah 5 tahun bahkan 1 tahun mengajar tentunya tampak janggal Guru yang sudah puluhan tahun mengajar di abaikan, ya semua itu tak terlepas dari permainan aparat terkait setiap ada kebijakan pemerintah selalu dimanfaatkan dan direkayasa oleh aparat terkait tersebut untuk mengisi kantong pribadinya. Padahal pemerintah bisa saja berdasarkan latar belakang pendidikan, masa kerja guru yang bersangkutan dan tampak management yang bagus dan Cantik.
         Lagi-lagi Sertifikasi bermasalah seperti di Jakarta selatan Para guru SD yang telah lulus sertifikasi dimintai uang sekitar 3 jt-an perorang agar bisa mendapatkan uang sertifikasi, kemudian ada yang melapor yang kemudian di akhiri dengan berdamai dan para guru diminta untuk Ikhlas ( Enak jadi Aparat Negara Jika Memeras atau Korupsi paling Tinggi hukumannya cuma Mutasi dan bisanya yang di hukum cuma 1 Orang padahal mereka merupakan Team Korupsi/Penghianat Negara yang lebih Kejam dari Penjajah Padahal kalau kita ikuti peraturan agama saja mereka pantas di hukum Mati ).  kalau kita teliti yang telah lulus sertifikasi sampai saat ini dari tahun 2007 banyak yang belum terima uang sertifikasi karna dia tidak memberi uang pada aparat terkait tersebut. Bahkan mengakibatkan uang sertifikasi mereka dianggap hangus dan tak dapat diterima oleh yang berhak.
            CPNS 2008 tentunya Kota depok heboh Karna guru honor merasa berhak di sekolah tempat ia mengajar dan Sesuai dengan  bidang yang ia ajar serta sudah lama mengajar di sekolah tersebut tetapi mereka belum diangkat menjadi PNS tentunya hal ini menjadi tanda tanya besar sekali. CPNS yang tidak jelas bahkan yang diujikannyapun tidak jelas apakah pengabdianya belum cukup selama ini dengan gaji yang serba kekurangan dengan harapan bisa menjadi PNS, harapan yang tak kunjung tiba tetapi yang beruntung mengapa orang yang tidak pernah mengajar di sekolah tersebut. Usia yang semakin bertambah dan semakin tak diakui untuk menjadi PNS dan mengharapkan Gaji yang Wajar sebagaimana Guru Lainnya.
             Guru Honor nasibnya tak lebih beruntung dari guru bantu yang mendapatkan fasilitas tunjangan gaji pokok walaupun Statusnya sama-sama guru non PNS tetapi diantara guru bantu ada yang mendapatkan dari hasil kongkalingkong dengan aparat terkait sehingga mendapatkan tunjangan bahkan dapat diangkat menjadi pegawai negeri. Padahal guru bantu belum tentu lebih lama mengajar adilkah ?, parahnya lagi jika mendapatkan tunjangan fungsional pasti dipotong  PNS mendapatkan 500.000 sampai dengan 2000000 satu rupiahpun tak dipotong sedangkan guru honor hanya 200.000 dengan berbagai alasan seperti untuk pejabat diknas ,teman yang belum dapat dan Alasan lainya (kok tega ya padahal penghasilan guru honor di kota depok total jendral tak sampai 500.000 bahkan cuma 50.000 Beginilah keadaan negeriku tercinta ini memperlakukan Guru)
               Guru memang banyak yang lugu apapun yang dilakukan terhadap mereka, guru tak pernah protes walaupun mereka di curangi hak mereka dirampas bahkan diapakan saja guru tetap diam karna guru tak punya mental pemberontak seperti aparat lainya yang selalu tidak puas walaupun mereka sudah mendapat fasilitas yang lebih dari cukup oleh negara ini tetapi kenapa mereka dinistakan dinegara ini seperti yang telah tertera diatas. kenapa  pemerintah kita tak bisa memperlakukan mereka dengan baik disesuaikan dengan latar belakang pendidikan(terutama lulusan Swasta masih banyak yang nembak ijazah S1 dan S2 dikarenakan tuntutan profesi bahkan Akta IV untuk Mengajar. Hal ini tentunya sangat merugikan para lulusan IKIP Negeri yang bersusah payah agar bisa menjadi guru kok yang lulus uji malah made in Tembakan bahkan STIA ( Sekolah Tidak Ijazah Ada)), masa pengabdian, tetapi kenapa mereka dijadikan mainan aparat negara, kenapa setiap kebijakan selalu ada permainan ( tidak sesuai antara peraturan dengan pelaksanaan karna ada aparat yang nakal sementara dari pemerintah hanya mengatakan itu tidak benar( menganggap masalah itu tidak ada alias ogah kerja) , seharusnya jika ada berita demikian hendaknya ditindak lanjuti sehingga jawaban yang benar adalah, terima kasih atas informasinya berita itu kami terima dan akan di tindak lanjuti, para pelakunya akan ditangkap dan diadili).
Semua itu tidak akan terjadi jika dengan Management serta Implementasi  sampai Controling (ingat Planing Organizing Aktiving Controling )  yang benar disini perlu kita pertanyakan :
  1. Apakah mental aparat kita banyak yang bobrok sehingga banyak terjadi kecurangan-kecurangan.hal ini disebabkan untuk menjadi aparat/pejabat harus nyogok  sehingga yang timbul dari hati nurani mereka hanya uang tanpa memperhatikan profesinya sebagai aparat negara.
  2. Apakah pendidikan aparat kita pada nembak sepert1 nembak S1 dan nembak S2 sehingga tak mampu memanage dengan baik padahal memanage bukan suatu hal yang sulit, sedikit berbuat banyak manfaatnya.
  3. Apakah aparat kita sudah tidak mempunyai tanggung jawab moral lagi setelah mendapatkan fasilitas dari negara. kalau sudah seperti ini lebih baik dipensiunkan saja karna orang yang demikian  tak berguna bagi negara kita.
             Penulis berharap aparat terkait terutama pemerintah dapat berlaku adil terhadap guru , karna disini penulis banyak menemukan perilaku tidak adil terhadap guru terutama guru honor dimana para guru lainya telah mendapatkan fasilitas dari negara sementara guru honor bukanya mendapatkan fasilitas tetapi mendapakan potongan jika ada tunjangan dan kecurangan-kecurangan lainnya yang seharusnya dana cukup menjadi tidak cukup yang seharusnya kebagian semua ternyata hanya segelintir orang yang menerimanya.
         Padahal di Zaman Seperti ini sudah zaman Komputeriasi apa sih sulitnya tinggal buat database dengan management yang baik sehingga negara kita bisa tenang dan dihargai bangsa lain, bukan hanya di bidang pendidikan  tetapi disemua bidang dapat dilakukan dengan komputerisasi.
     Tulisan ini ditujukan kepada :
  1. Presiden Republik Indonesia

  2. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara
  3. Guru Honor senasib seperjuangan
  4. Teman Seprofesi
  5. Para pejuang yang ingin memajukan bangsa ini menjadi bangsa yang bermoral dan berwibawa untuk mencapai tujuan kemerdekaan sesuai dengan UUD 45
  6. Para Blogger yang ingin membantu mempejuangkan bangsa ini
  7. Para pembaca dan kritikus yang setia